Jumat-Sabtu, 10-11 Oktober 2025 bertempat di Wisma Salam, 28 guru Yayasan Kanisius dari Cabang Semarang, Surakarta dan Yogyakarta melaksanakan Focus Group Discussion Pembelajaran Mendalam: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Implementasi Deep Learning Melalui Contextual Project-Based Learning Berorientasi SDG's. SDG's sendiri adalah serangkaian tujuan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai blueprint untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi semua orang.
Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh Kupuku Indonesia dan Yayasan Hati Suci ini dibuka oleh Rm. T. Surya Awangga, SJ (selaku sekretaris Pengurus Yayasan Kanisius) serta menghadirkan pula Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. (Dekan FKIP Sanata Dharma, Yogyakarta) dan Rm. AP. Danang Bramasti, SJ (Kepala YKC Magelang) sebagai pendamping dalam kegiatan ini dari awal hingga akhir.
Selama 24 jam penuh, para peserta didampingi oleh fasilitator dari YKC Magelang berdinamika untuk mereimajinasikan kembali CPBL (Contextual Project-Based Learning), mengenal konteks sekolah, mendalami kembali 8 Dimensi Profil Lulusan, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, 5 Nilai Kanisius dan Paradigma Pedagogi Reflektif dalam konteks Pembelajaran Mendalam, untuk kemudian merencanakan CPBL yang sesuai dengan konteks sekolah masing-masing yang sesuai dengan CP dan TP kurikulum dan berorientasi SDG's, serta pembelajaran khas Kanisius dengan memanfaatkan AI dalam proses dinamikanya.
Penanggung jawab kegiatan ini, Y. B. Sulistyanto T, M.Pd., M.M. (Kepala SMP Kanisius Muntilan-Sumber) berharap kegiatan ini mampu memberikan insight baru bagi para peserta dalam pembelajaran di unit masing-masing yang sesuai dengan perkembangan jaman. Dari hasil refleksi dan evaluasi yang dilakukan, para peserta merasa antusias dan semangat mempelajari pemanfaatan AI dan pembelajaran kontekstual berbasis project dan berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti disini, tapi dapat dilanjutkan dengan dinamika di cabang dan juga melihat langsung pembelajaran CPBL yang sudah dirasa berhasil agar semakin memotivasi peserta.
Adapun, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para peserta akan mencoba mengimplementasikan hasil FGD di unit masing-masing dan pada bulan November akan bertemu kembali secara virtual untuk saling berbagi cerita dan pengalaman serta mengevaluasi proses yang dialami. Proses ini akan kembali didampingi oleh para pendamping, bapak Sarkim dan Rm. Danang, dan para fasilitator.
Semoga usaha dan niat baik yang dimulai dari FGD ini menjadi sebuah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekolah-sekolah Kanisius yang mindful, joyful dan meaningful.