Yogyakarta - Pada hari Kamis, 18 Juni 2026, sekolah saya memberi kesempatan bagi siswa-siswi kelas VI SD Kanisius Sengkan untuk menjadi panitia PAT (Pentas Akhir Tahun) di sekolah.
Awalnya saya mendaftar pada sesi acara, tetapi dipindahkan oleh Bu Vero selaku pendamping acara PAT ke sesi acara umum. Saya sangat bersemangat karena menurut saya sesi acara umum bukan hanya sekadar menjaga kelas dan memastikan acara PAT berlangsung dengan baik, tetapi juga memiliki banyak tantangan yang menarik.
Pada hari pertama latihan, saya dan teman-teman dibagikan tugas oleh Bu Vero. Mendengar tugas yang diberikan kepada saya, saya semakin bersemangat untuk menjalankan latihan. Latihan ini bukan hanya sekadar memperhatikan adik-adik kelas yang akan tampil, tetapi kami juga membantu mereka agar tetap kondusif dan memperhatikan arahan sebelum naik ke atas panggung.
Saya terkesan dengan semangat adik-adik kelas yang menunjukkan penampilan luar biasa meskipun baru melakukan latihan. Selain itu, saya juga terkesan dengan orang tua yang berperan sebagai humas di setiap kelas yang mengajari anak-anak dengan baik dan penuh semangat.
Pada hari latihan kedua, saya semakin bersemangat. “Kalau latihan saja seseru ini, bagaimana saat hari H nanti?” gumam saya. Kami memastikan bahwa semua peserta yang akan tampil sudah siap dan tidak ada kekurangan yang dapat menghambat penampilan mereka. Saya juga senang karena banyak humas kelas yang dapat diajak bekerja sama dan tidak keberatan membantu hingga kegiatan selesai. Walaupun ada beberapa adik kelas yang sulit diberi tahu, kami tetap berusaha mengajak mereka untuk tetap kondusif.
Akhirnya, hari yang dinantikan pun tiba. Hari Kamis, 18 Juni 2026 adalah hari H acara PAT. Kami diberitahu untuk berkumpul di UKS sekolah sebelum pukul 07.00 WIB. Saya dan teman-teman berkumpul di UKS untuk mempersiapkan diri, mengenakan perlengkapan yang diperlukan, mengikuti briefing, dan belajar dari kesalahan saat latihan sebelumnya. Yang paling penting, kami juga berdoa terlebih dahulu sebelum menempati posisi masing-masing.
Acara dimulai pukul 07.00 WIB. Saya melihat bahwa para peserta sudah siap. Saya dan teman-teman membantu menyiapkan mikrofon serta berbagai peralatan yang akan digunakan saat penampilan.
Acara berjalan dengan baik, tetapi di tengah berlangsungnya acara masih ada beberapa anak yang berada di dalam kelas dan tidak ikut menonton penampilan. Saya dan teman-teman diberi tugas untuk mengajak mereka keluar kelas dan menonton penampilan. Ternyata, tugas tersebut tidak mudah. Kami harus terus mengajak mereka dengan sabar agar mau keluar kelas dan menyaksikan acara.
Saya dan teman saya juga mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan. Saat mengajak adik-adik keluar kelas, kami sempat ditegur keras oleh salah satu humas. Kami merasa kaget dan tidak menyangka akan mengalami hal tersebut. Bagaimanapun kami harus tetap melanjutkan tugas. Saya juga menghibur teman saya yang sempat sedih karena kejadian itu. Untungnya, ia kembali bersemangat sehingga kami dapat melanjutkan tugas dengan lancar.
Acara PAT selesai sekitar pukul 12.50 WIB. Setelah acara berakhir, kami melakukan foto bersama dan mengikuti evaluasi. Menurut saya, pengalaman ini sangat menyenangkan dan menjadi pelajaran berharga di jenjang SMP nanti.
Pengalaman ini merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Saya dan teman-teman belajar bahwa dari kesalahan yang terjadi akan membuat kami lebih baik dalam bertindak serta memiliki semangat pantang menyerah untuk mencapai tujuan.