Bulan Oktober 2025 menjadi bulan pengembangan diri. Untuk menyambut 107 Tahun Yayasan Kanisius, Pengurus Yayasan bersama para Kepala Cabang mencanangkan tema "Kanisius Unggul: Cerdas - Aman - Peduli". Di periode Oktober 2025 s.d September 2026, kita ingin berfokus pada pengembangan kecerdasan baik bagi para siswa maupun bagi para guru dan tenaga kependidikan. Bertempat di Griya Paseban, beberapa guru dari Cabang Semarang berlatih kembali untuk mengimplementasikan Kurikulum PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif).
Pelatihan berlangsung pada tanggal 3 - 4 Oktober 2025. Seperti diketahui, PPR menjadi karakteristik keunggulan pendidikan yang diterapkan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah Kanisius. Dalam Kurikulum PPR ini, murid diajak untuk lebih menggunakan penalaran dan suara hatinya untuk mengembangkan diri mereka. Mereka tidak lagi diajarkan sekedar menghafal tetapi memahami suatu hal, memaknai, dan mencoba menerapkannya dalam hidupnya sendiri maupun hidup bersama di tengah-tengah yang lainnya.
Guru adalah kunci yang membantu murid untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara holistik tersebut. Karena itu, meski mereka sudah memiliki bekal ilmu yang cukup dari studi mereka masing-masing sebelumnya, pelatihan dan pendalaman tentang Kurikulum PPR menjadi syarat mendasar agar mereka dapat mengajar dan mendidik para murid sekolah Kanisius sesuai visi dan misi pendidikan di Yayasan Kanisius.
Kegembiraan terpancar dari wajah para guru meskipun pelatihan ini juga melelahkan. Semangat untuk mau terus belajar begitu terasa dalam diskusi dan simulasi dalam pelatihan ini. Benar kata pepatah: hati yang gembira adalah obat; obat dari rasa lelah dan beban. Kalau guru gembira dalam belajar atau mengembangkan diri mereka, maka para murid yang diajar dan dididik oleh mereka diharapkan juga gembira dalam belajar. Pelatihan semacam ini tidak kali pertama dan bukan yang terakhir. Program-program sejenis ini masih akan terus berlangsung, khususnya di fokus tahunan: "Tahun Cerdas".
Belajar adalah hal yang paling gampang. Yang paling sulit adalah mendapatkan kesempatan untuk belajar. Semoga kita menyambut kesempatan yang ada untuk terus mengembangkan diri dan kapasitas sebagai guru.