Kenalan - Sukacita kelulusan murid kelas VI SD Kanisius Kenalan masih sangat terasa. Setelah menempuh perjalanan belajar selama kurang lebih enam tahun di SD KanIsius Kenalan, tibalah saatnya mereka akan melanjutkan belajar di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai ungkapan syukur atas kelulusan tersebut, para murid bersama-sama membuat jenang sum-sum, makanan tradisional yang sarat makna dalam budaya Jawa.
Bagi masyarakat Jawa, jenang sum-sum biasa digunakan sebagai ungkapan syukur sekaligus pelepas rasa lelah setelah bergotong royong. Demikian pula yang dilakukan oleh para murid. Melalui doa dan simbol jenang sum-sum, mereka mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas seluruh proses belajar, perjuangan, dan pengalaman yang telah dilalui selama enam tahun terakhir. Jenang ini diberi nama jenang bing-bing, yang berarti jenang bingah-bingah. Berasal dari kata dasar Bahasa Jawa “bingah” yang memiliki makna “gembira”.
Senin 8 Juni 2026, para murid mengumpulkan berbagai bahan yang sudah dipersiapkan dari rumah. Hanya tepung beras yang dibeli, selebihnya disediakan secara gotong royong oleh mereka. Tradisi ini sering kami sebut semangat “5 roti 2 ikan”, yaitu berbagi dari apa yang dimiliki tanpa memandang banyak atau sedikit.
Ada murid yang membawa daun pisang, santan, garam, gula jawa, daun pandan, dan kayu bakar. Semua disumbangkan dengan sukarela sesuai kemampuan dan kesediaan masing-masing. Budaya ini telah lama menjadi bagian kehidupan anak-anak dalam berkomunitas di SD Kanisius Kenalan. Nilai yang ingin ditanamkan bukanlah seberapa besar sumbangan yang diberikan melainkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian.
Sebelum kegiatan dimulai, tugas telah dibagi melalui dialog yang dipimpin koordinator kelas. Karena itu, pada saat proses memasak berlangsung, mereka sudah memahami peran serta tanggung jawab masing-masing. Ada yang menyaring santan, membuat tungku dan api, mengaduk jenang, membuat wadah jenang, penyaji, hingga petugas doa dan MC.
Setelah jenang bing-bing atau jenang bingah-bingah matang, koordinator mengumpulkan semua murid dan guru SD Kanisius Kenalan untuk berkumpul di pendopo sekolah. Berbungkus pincuk dan suru dari daun pisang, jenang didoakan bersama oleh petugas dari kelas VI.
Suasana semakin terasa hangat saat lagu Anak-anak Kenalan dinyanyikan 3 kali dengan penuh semangat dan lantang sambil bergandengan tangan. Barulah murid bersama seluruh warga sekolah makan bersama.
Melalui tradisi ini, murid belajar bahwa kelulusan bukan hanya tentang hasil akhir saja, namun lebih pada rasa syukur, gotong royong, dan penghargaan atas proses yang telah dilalui bersama.