Suasana pagi ini Kamis, 19 Februari 2026 di SD Kanisius Murukan 02 terasa begitu hidup dan penuh energi. Supervisi pembelajaran di kelas 1A hari ini menghadirkan praktik baik yang inspiratif, kontekstual, dan membanggakan. Sejak awal kegiatan, nuansa pembelajaran sudah terasa berbeda: hangat, dinamis, dan sarat antusiasme.
Pagi ini anak-anak akan belajar Bahasa Indonesia dengan materi “Membaca dan Menulis Kata yang Diawali Huruf G” Dalam pembelajaran membaca dan menulis kata berawalan huruf G, wali kelas 1A Ibu Jeki menghadirkan pendekatan yang kreatif dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media belajar. Murid-murid tidak hanya diajak mengenal huruf dan kata melalui buku, tetapi langsung mengaitkannya dengan benda nyata yang ada di sekitar mereka.
Pembelajaran diawali dengan tepuk semangat dan lagu-lagu yang membangkitkan energi positif. Suasana kelas pun langsung hidup. Murid-murid tampak ceria, percaya diri, dan siap mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan penuh semangat. Selanjutnya, murid dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk menjelajah berbagai sudut sekolah. Ibu Jeki meminta anak-anak bersama kelompoknya mencari benda yang ada di lingkungan sekolah yang berawalan dengan huruf G.
Anak-anak dengan riang gembira menjelajah lingkungan sekolah. Di toilet, murid menemukan gayung dan grenjeng. Di ruang UKS, mereka menemukan gunting dan guling. Di dapur sekolah, murid-murid dengan antusias mencatat temuan berupa gula, garam, gelas, galon dan garpu. Sementara itu, di halaman sekolah, murid langsung menunjuk gerbang sekolah sebagai temuan yang berawalan huruf G.
Setiap kelompok menunjukkan hasil temuannya dengan penuh kebanggaan. Sorak kecil, senyum lebar, dan tawa ceria menjadi warna yang memperkuat suasana belajar. Pembelajaran tidak hanya berlangsung aktif dan kolaboratif, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi murid-murid. Hari ini Ibu Jeki mengajar dengan totalitas, energik, kreatif, dan penuh dedikasi. Semangatnya benar-benar menular kepada murid. Dari awal pembelajaran dengan tepuk semangat hingga eksplorasi lingkungan sekolah, kelas terasa hidup dan penuh kegembiraan. Guru seperti inilah yang menjadi kekuatan besar sekolah.
Tak hanya di kelas 1A, semangat belajar yang sama juga terasa di kelas 1B. Di sana, pembelajaran numerasi berlangsung tak kalah seru. Media yang digunakan sederhana namun sangat efektif yaitu rambutan. Buah rambutan dijadikan alat konkret untuk membantu murid menghitung angka 1 sampai 20. Setiap murid menghitung dengan penuh konsentrasi dan antusias. Motivasi mereka semakin tinggi ketika mengetahui bahwa rambutan tersebut akan dinikmati bersama saat istirahat.
Yang semakin menginspirasi, pembelajaran tersebut dipandu oleh Ibu Erni dengan semangat yang luar biasa. Di usia 57 tahun, beliau tetap tampil energik, sabar, dan penuh ketelatenan dalam membimbing murid-muridnya. Usia tidak sedikit pun mengurangi dedikasi dan semangat mengajarnya. Justru pengalaman panjang yang dimiliki semakin memperkaya cara beliau mengelola kelas dan membangun kedekatan dengan murid. Kelas pun dipenuhi semangat dan tawa. Angka-angka tidak terasa sulit, karena hadir dalam bentuk nyata dan menyenangkan. Numerasi menjadi hidup, bermakna, dan membahagiakan.
Ibu Jeki dan Ibu Erni menunjukkan bahwa energi dan ketulusan guru adalah kunci hidupnya pembelajaran. Dengan semangat yang menyala dan gerak yang lincah, beliau berdua berhasil menjadikan literasi dan numerasi sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan membangun rasa percaya diri murid. Inilah wajah pembelajaran di SD Kanisius Murukan 02, aktif, kreatif, kontekstual, dan membahagiakan.